Archive for December, 2007

Waspadalah Thaugut ….!

Wednesday, December 26th, 2007

Thoghut
adalah setiap yang disembah selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala, ia rela
dengan peribadatan yang dilakukan oleh penyembah atau pengikutnya, atau rela
dengan keta’atan orang yang menta’atinya dalam hal maksiat kepada Alloh Subhanahu
wa Ta’ala
dan RasulNya.

Alloh
Subhanahu wa Ta’ala mengutus para Rasul agar memerintahkan kaumnya
menyembah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala semata dan menjauhi
segala bentuk thoghut. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang
artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat
(untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (semata), dan jauhilah thoghut itu’.” (
QS:
An-Nahl: 36)

Bentuk
thoghut itu amat banyak, tetapi pemimpin mereka ada lima, yaitu:

  1. Setan.
        
    Thoghut
         ini selalu menyeru beribadah kepada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
         Dalil-nya adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Bukankah
         Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah
         setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.”
    (QS:
         Yaasiin: 60)
  2. Penguasa zhalim
         yang mengubah hukum-hukum Alloh Subhanahu wa Ta’ala.

         Seperti peletak undang-undang yang tidak sejalan dengan Islam. Dalilnya
         adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang mengingkari
         orang-orang musyrik. Mereka membuat peraturan dan undang-undang yang tidak
         diridhai oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Alloh Subhanahu wa
         Ta’ala
    berfirman, yang artinya: “Apakah mereka mempunyai
         sembahan-sembahan selain Alloh yang mensyari’atkan untuk mereka agama yang
         tidak diizinkan Alloh?”
    (QS: Asy-Syuuraa: 21)
  3. Hakim yang tidak
         memutuskan menurut apa yang diturunkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
        
    Jika
         ia mempercayai bahwa hukum-hukum yang diturunkan Alloh Subhanahu wa
         Ta’ala
    tidak sesuai lagi, atau dia membolehkan diberlakukannya hukum
         yang lain. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Dan
         barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka
         mereka itu adalah orang-orang yang kafir”.
    (QS: Al-Maa’idah: 44)
  4. Orang yang mengaku
         mengetahui ilmu ghaib selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
        
    Dalam
         hal ini Allah Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang
         artinya: “Katakanlah, ‘Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang
         mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Alloh’.”
    (Qs: An-Naml: 65)
  5. Seseorang atau
         sesuatu yang disembah dan diminta pertolongan oleh manusia selain Alloh Subhanahu
         wa Ta’ala
    , sedang ia rela dengan yang demikian.
        
    Dalilnya
         adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya: “Dan
         barangsiapa di antara mereka mengatakan, ‘Sesungguhnya aku adalah Tuhan
         selain Alloh’. Maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahannam, demikian Kami
         memberikan pembalasan kepada orang-orang zhalim.”
    (QS: Al-Anbiyaa’:
         29)

Setiap
mukmin wajib mengingkari thaghut sehingga ia menjadi seorang mukmin yang lurus.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: “Karena itu,
barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka
sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak
akan putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
(QS:
Al-Baqarah: 256)

Ayat
ini merupakan dalil bahwa ibadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala sama
sekali tidak bermanfa’at, kecuali dengan menjauhi beribadah kepada selain-Nya.
Rasululloh ShallAllahu’alaihi wa Sallam menegaskan hal ini dalam
sabdanya, yang artinya: “Barangsiapa mengucapkan, ‘Laa ilaaha illallah’, dan
mengingkari apa yang disembah selain Alloh, maka haram atas harta dan
darahnya”.
(HR: Muslim)

(Sumber
Rujukan: Al Firqotun Naajiyah, Syaikh Muhammad Jamil Zainu)

 

Kurban membawa Hikmah

Saturday, December 22nd, 2007

Sekali lagi kita  bisa diingatkan lewat peristiwa  hari raya kurban. Dalam sepanjang sejarah ummat Islam  sungguh kita bisa memetik bauah suri tauladan dari  seorang bapak  yang di uji ketauhidannya oleh Allah swt. Bukan hanya itu, kitapun diingatkan kembali lewat sikap seorang anak yang sangat taat terhdap seruan[perintah] Alloh. ia tidak pernah berpukir panjang  selama itu dari perintah Allah swt. dan akhirnya  anak ini  menjadi mujahid dan  dikenang serta diabadikan dalam sejarah….

pembukaan

Sunday, December 16th, 2007

Assalamualaikum wr. wb.

Alhamdulillah hirobbil alamin  kami sampaikan terima kasih kepada Allah swt  yang telah memberikan kepaempatan kepada hamba  untu senatiasa  memperbaiki diri…
Suatu hal yang  dinatikan  bagi setiap hambanya  yakni  bagaimana  mereka  bisa  mengoptimakan  Aktivitasnya untuk Kepntingan Allah swt s/d  akhir hayatnya